Mengenal 2FA, Fitur Kemanan Tambahan Coretax
Sejak diluncurkan pada 1Januari 2025, otoritas pajak terus
melakukan penyempurnaan aplikasi coretax untuk kenyamanan pengguna. Salah satu
fitur yang ditambahkan yaitu autentikasi dua faktor (Two-Factor
Authentication/2FA).
2FA adalah metode keamanan yang memerlukan dua bentuk
verifikasi identitas untuk mengakses akun. Umumnya berupa kata sandi dan kode
sekali pakai (One-Time Password/OTP), yang didapat dari ponsel atau
aplikasi autentikator, sidik jari, atau pengenalan wajah.
Cara kerja 2FA yaitu dengan memasukkan kredensial awal, berupa
nama pengguna dan kata sandi, serta kode tambahan melalui salah satu dari tiga
kategori berikut, yaitu sesuatu yang diketahui, seperti nomor identifikasi
personal (Personal Identification Number/PIN), kata sandi sekunder, atau
jawaban atas pertanyaan keamanan.
Berikutnya, kode tambahan tersebut dapat berupa sesuatu yang dimiliki,
seperti kode sekali pakai yang dikirim ke ponsel, token keamanan, atau kartu
pintar. Juga dapat berupa sesuatu yang ada pada tubuh pengguna berupa verifikasi
biometrik, seperti sidik jari, pemindaian wajah, atau pengenalan suara.
Tujuan penggunaan fitur ini adalah untuk meningkatkan
keamanan secara signifikan dengan menambahkan lapisan perlindungan ekstra,
sehingga mempersulit peretas untuk mengakses akun yang terproteksi.
Pengguna 2FA juga tidak perlu membawa atau mengunduh
generator token, atau pun aplikasi yang terkait dengannya. Sebagian besar situs
web menggunakan perangkat seluler untuk mengirim pesan teks, melakukan
panggilan, atau menggunakan 2FA yang dipersonalisasi untuk memverifikasi
identitas pengguna.
Selain 2FA, ada juga fitur keamanan tambahan bernama autentikasi
multi faktor (Multi-Factor Authentication/MFA). Sistem ini merupakan
metode keamanan yang mengharuskan pengguna untuk menjalani lebih dari satu
bentuk identifikasi saat akan masuk ke akun atau sistem.
Fitur ini lebih komplek dibandingkan dengan 2FA karena akan
melibatkan beberapa langkah autentikasi, yang melibatkan lebih dari dua faktor keamanan
untuk memaksimalkan perlindungan sistem.
Tujuannya untuk memberikan lapisan keamanan tambahan yang
lebih kuat, selain hanya menggunakan kata sandi, kode pada ponsel, pemindaian
sidik jari, atau biometrik lainnya.
MFA memanfaatkan berbagai faktor keamanan dan teknologi untuk
memverifikasi dan memvalidasi identitas pengguna yang berusaha mengakses akun.
Berbeda dengan autentikasi satu faktor, MFA mengharuskan pengguna untuk
membuktikan identitasnya dengan setidaknya dua atau lebih faktor keamanan yang
berbeda.
Sistem MFA diyakini akan melindungi pengguna dari ancaman
serangan siber, antara lain: Phishing, yaitu metode di mana penyerang
menyamar sebagai entitas terpercaya untuk mendapatkan informasi sensitif,
termasuk nama pengguna, kata sandi, dan nomor kartu kredit.
Dalam situasi di mana hanya kata sandi yang digunakan, korban
yang tertipu dapat memberikan akses langsung kepada penyerang. Dengan
menggunakan MFA, meskipun kata sandi berhasil dicuri, penyerang masih
memerlukan faktor tambahan untuk mengakses akun.
Credential Stuffing, yaitu penyerang
memanfaatkan kombinasi nama pengguna dan kata sandi yang diperoleh dari
pelanggaran data untuk mencoba masuk ke berbagai akun. Dengan banyaknya
individu yang menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform, penyerang
dapat dengan mudah mengakses beberapa layanan.
Brute Force Attacks, yaitu serangan yang melibatkan
pencobaan berbagai kombinasi kata sandi hingga menemukan yang tepat. Jika kata
sandi tidak cukup kuat, serangan tersebut dapat berhasil, memberikan penyerang
akses penuh ke akun.
Password Spraying, yaitu penyerang mencoba
sejumlah kata sandi umum (seperti "password" atau "123456")
terhadap banyak akun. Jika salah satu kata sandi berhasil, penyerang dapat
mengakses akun tanpa hambatan.
Social Engineering, yaitu penyerang
menggunakan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi sensitif dari
individu. Jika teknik ini berhasil, penyerang dapat memperoleh kata sandi dan
langsung mengakses akun.
Keylogger Attacks, yaitu perangkat lunak berbahaya yang merekam setiap penekanan tombol pengguna, termasuk kata sandi. Kata sandi yang dicuri melalui keylogger dapat dimanfaatkan untuk akses langsung.
Otoritas pajak telah menyajikan cara mengaktifkan keamanan
dua langkah, yang dimuat dalam salindia aktivasi akun coretax dan permintaan
sertifikat elektronik. Juga diingatkan tentang pentingnya aktivasi 2FA untuk
keamanan data pribadi wajib pajak, untuk menghindari kebocoran akses data.
Langkah aktivasi fitur 2FA adalah sebagai berikut:
Pertama, login terlebih dahulu
ke laman coretaxdjp.pajak.go.id, lalu pilih menu Portal Saya, lalu pilih sub
menu Profil Saya.
Kedua, pada tampilan sub menu
Profil Saya, pilih Verifikasi Dua Langkah pada bagian kiri tampilan. Lalu akan
muncul tampilan awal konfigurasi Autentikasi Dua Langkah.
Ketiga, geser tombol aktivasi
2FA, dari Dinonaktifkan menjadi Diaktifkan. Setelah itu, pilih metode aktivasi
untuk verifikasi dua langkah, melalui Authentication App atau melalui
E-mail. Setelah memilih, klik tombol lanjut untuk menuju ke tahap berikutnya.
Keempat, jika pengguna memilih Authentication
App untuk metode verifikasi, pengguna harus terlebih dahulu meng-install
salah satu aplikasi mobile authenticator. Aplikasi yang digunakan yaitu Microsoft
Authenticator atau Google Authenticator. Aplikasi ini dapat
diperoleh dari Google Play Store atau App Store.
Kelima, pindai QR Core
dengan menggunakan aplikasi mobile authenticator yang dipilih, lalu
masukkan 6 digit angka yang muncul di aplikasi tersebut. Setelah itu, klik
lanjut.
Keenam, konfigurasi
Autentikasi Dua Langkah telah selesai, lalu klik tombol selesai.
Setelah mengaktifkan fitur ini, setiap kali wajib pajak login
ke akun coretax, sistem akan otomatis meminta kode verifikasi 6 digit dari
aplikasi autentikator yang digunakan atau melalui email terdaftar.
Penggunaan 2FA menjadi langkah penting bagi otoritas pajak untuk
memberikan ekosistem perpajakan digital yang lebih aman, dipercaya, dan
terhindar dari peretasan sistem. Dengan keamanan yang mumpuni, diharapkan layanan
digital pajak akan semakin nyaman dan dengan sendirinya akan meningkatkan kepatuhan
wajib pajak dalam menunaikan kewajibannya.
0 Response to "Mengenal 2FA, Fitur Kemanan Tambahan Coretax"
Posting Komentar